Selasa, 02 April 2019

MANUSIA DAN PENDIDIKAN

1. HAKIKAT MANUSIA
Manusia adalah makhluk bertanya, ia mempunyai hasrat untuk mengetahui segala sesuatu. Atas dorongan hasrat ingin tahunya, manusia tidak hanya bertanya tentang berbagai hal yang ada di luar dirinya, tetapi juga bertanya tentang dirinya sendiri. Dalam rentang ruang dan waktu, manusia telah dan selalu berupaya mengetahui dirinya sendiri. Hakikat manusia dipelajari melalui berbagai pendekatan (coomon, sense, ilmiah, filosofis, religi) dan melalui berbagai sudut pandang (biologi, sosiologi, antropologi, psikologi, politik).
Dalam kehidupan yang ril manusia menunjukkan keragaman dalam berbagai hal, baik tampilan fisiknya, strata sosialnya, kebiasaannya , bahkan sebagaimana dikemukakan di atas, pengetahuan tentang manusia pun bersifat ragam sesuai pendekatan dan sudut pandang dalam melakukan studinya. Alasannya bukankah karena mereka semua adalah manusia maka harus diakui kesamaannya sebagai manusia? (M.I. Soelaiman, 1988). Berbagai kesamaan yang menjadi karakteristik esensial setiap manusia ini disebut pula sebagai hakikat manusia, sebab dengan karakteristik esensialnya itulah manusia mempunyai martabat khusus sebagai manusia yang berbeda dari yang lainnya. Contoh: Manusia adalah animal rasional, animal symbolic, homo feber, homo sapiens, homo sicius, dan sebagainya.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai hasrat untuk mengetahui segala sesuatu karena adanya dorongan hasrat ingin tahu pada dirinya.
2. HAKIKAT PENDIDIKAN
Pada hakikatnya pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki potensi spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Achmad Munib, 2004: 142).
Hal diatas menjelaskan bahwa pendidikan merupakan suatu upaya yang terencana, yang dilakukan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta didik. potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik tentu berbeda-beda, yang nantinya adalah tugas seorang pendidik untuk mampu melihat dan mengasah potensi-potensi yang dimiliki peserta didiknya sehingga mampu berkembang menjadi manusia berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan sangat berguna dalam kehidupan manusia. Menurut Agus Taufiq, dkk (2011: 1.3) pendidikan setidak-tidaknya memiliki ciri sebagai berikut:
1) pendidikan merupakan proses mengembangkan kemampuan, sikap, dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya di dalam masyarakat, dimana dia hidup.
2) pendidikan merupakan proses sosial, dimana seseorang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khususnya yang datang dari sekolah) untuk mencapai kompetensi sosial dan pertumbuhan individual secara optimum.
3) pendidikan merupakan proses pengembangan pribadi atau watak manusia
Jadi, dapat disimpulkan bahwa hakikat pendidikan itu adalah usaha yang sudah terencana secara sadar untuk mewujudkan suasana belajar supaya peserta didik dapat aktif untuk mengembangkan potensi yang ada pada dirinya. pendidkan sangat berguna untuk kehidupan manusia karena pendidikan lah yang akan membedakan cara berpikir manusia tersebut.
3. TUGAS DAN FUNGSI MANUSIA
Sejak kelahirannya manusia memang adalah manusia, tetapi tidak secara otomatis menjadi manusia dalam arti dapat memenuhi berbagai aspek hakikat manusia.
Sebagai individu atau pribadi, manusia bersifat otonom, ia bebas menentukan pilihannya ingin menjadi apa atau menjadi siapa di masa depannya. demikian halnya, benarkah mewujudkan berbagai aspek hakikat manusia (menjadi manusia) adalah tugas setiap orang? jika setiap orang bebas menentukan pilihannya, bukankah berarti ia bebas pula menentukan untuk tidak menjadi manusia? memang tiap orang bebas menentukan pilihannya untuk menjadi apa atau menjadi siapa nantinya dimasa depan, tetapi sejalan dengan konsep yang telah di uraikan terdahulu bahwa bereksistensi berarti berupaya secara aktif dan secara bertanggung jawab untuk mengadakan diri sebagai manusia. Sebagai manusia adalah mengemban tuugas dan tujuan untuk menjadi manusia, atau bertugas mewujudkan berbagai aspek hakikat manusia. Berikut aspek-aspek hakikat manusia:
1) Manusia sebagai Mahkluk Tuhan
Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang pernah diciptakan oleh Tuhan YME. Kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia merupakan suatu konsekuensi fungsi dan tugas mereka sebagai khalifah di muka bumi ini.
2) Manusia sebagai Kesatuan Badan-Roh
Sebagai kesatuan badani-rohani, manusia hidup dalam ruang dan waktu, sadar akan diri dan lingkungannya, mempunya berbagai kebutuhan, insting, nafsu, serta mempunyai tujuan. Selain itu, manusia mempunyai potensi beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dan potensi untuk berbuat baik, potensi mampu berpikir (cipta), potensi berperasaan (ras), potensi berkehendak (karsa), dan memiliki potensi untuk berkarya.
3) Manusia sebagai Makhluk Individu
Sebagai individu, manusia adalah suatu kesatuan yang tak dapat dibagi, memiliki perbedaan dengan manusia yang lainnya sehingga bersifat unik dan merupakan subjek yg otonom.
4) Manusia sebagai Makhluk Sosial
Dalam hidup bersama dengan sesamanya (bermasyarakat) setiap individu menempati kedudukan (status) tertentu. disamping itu, setiap individu mempunyai dunia dan tujuan hidupnya masing-masing, mereka mempunyai dunia bersama dan tujuan hidup bersama dengan sesamanya.
5) Manusia sebagai Makhluk Berbudaya
Manusia memiliki inisiatif dan kreatif dalam mencipatakan kebudayaan, hidup berbudaya dan membudaya. kebudayaan bertautan dengan kehidupan manusia sepenuhnya, kebudayaan menyangkut sesuatu yang nampak dalam bidang eksistensi setiap manusia.
6) Manusia sebagai Makhluk Hidup
Menurut Immanuel Kant, manusia memiliki aspek kesusilaan karena pada manusia terdapat rasio praktis yang memberikan perintah mutlak (categorical imperative). Contoh: Jika kita meminjam barang milik orang lain maka ada perintah yang mewajibkan untuk mengembalikan barang pinjaman tersebut.
7) Manusia sebagai Makhluk Beragama
Aspek keberagamaan merupakan salah satu karakteristik esensial eksistensi manusia yang terungkap dalam bentuk pengakuan atau keyakianan akan kebenaran suatu agama yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku. Manusia memiliki potensi untuk mampu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME.

Jadi, dapat disimpulkan tugas dan fungsi manusia adalah untuk menjadi makhluk tuhan yang berfungsi untuk mengemban tugas/ amanah (tugas keagamaan) di muka bumi ini dan pengelola di muka bumi.
Referensi:
Dr. Muhammad S. Sumantri M.Pd. (Modul 1). Pengantar Pendidikan (http://repository.ut.ac.id/4028/1/MKDK4001-M1.pdf)
https://eprints.uny.ac.id/9002/2/bab%202%20-10604227179.pdf

Selasa, 19 Maret 2019

HAKIKAT DAN TEORI-TEORI KEBENARAN DAN NILAI

1. Konsep pengetahuan
Pengetahuan adalah merupakan hasil mengingat suatu hal, termasuk mengingat kembali kejadian yang pernah dialami baik secara sengaja maupun tidak sengaja dan ini terjadi setelah orang melakukan kontak atau pengamatan terhadap suatu obyek tertentu (Mubarok, dkk, 2007).
Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang (over behavior). Tingkat pendidikan seseorang sangat berpengaruh besar terhadap pengetahuan, seseorang yg berpendidikan pengetahuannya akan berbeda dengan orang yang berpendidikan rendah (Latipun, 2004).
Jadi, pengetahuan itu adalah hasil tau dari ingatan seseorang yg pernah ia alami atau ingatan tentang pengalaman yg pernah ia lakukan.
2. Konsep nilai
Nilai merupakan sesuatu realitas yang abstrak, nilai mungkin dapat dirasakan dalam diri seseorang masing-masing sebagai daya pendorong atau prinsip-prinsip yang menjadi pendoman dalam kehidupan. Nilai juga dapat terwujud keluar dalam pola-pola tingkah laku, sikap dan pola pikir. Nilai dalam diri seseorang dapat ditanamkan melalui suatu proses sosialisasi, serta melalui sumber dan metode yg berbeda-beda, misalkan melalui keluarga, lingkungan, pendidikan dan agama.
3. Teori pengetahuan dan nilai
1. Teori pengetahuan (Epistimologi)
Teori ini berhubungan dengan hakikat ilmu pengetahuan, pengandai-pengandaian, dasar-dasr serta pertanggung jawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indra dengan berbagai metode, diantaranya:
  • Metode induktif
  • Metode deduktif
  • Metode positivisme
  • Metode kontempletis
  • Metode dialektis
2. Teori nilai
Menurut bahasa yunani, aksiologi berasal dari kata axios artinya nilai dan logos artinya teori dan ilmu. Jadi aksiologi adalah teori tentang nilai.
Terdapat dua kategori dasar axiologi:
a. Objectivisme, yaitu penilaian terhadap sesuatu yang dilakukan apa adanya sesuai keadaan objek yang dinilai.
b. Subjectivisme, yaitu penilaian terhadap sesuatu dimana dalam proses penilaian terdapat unsur intuisi (perasaan).

Sumber:
Http://www.academia.edu/12457401/Teori_Pengetahuan_dan_Teori_Nilai

Minggu, 03 Maret 2019

Filsafat Pendidikan

A. PENGERTIAN FILSAFAT
Sebelum mengetahui apa itu filsafat pendidikan, kita ketahui dulu apa itu filsafat, karena antara filsafat dan pendidikan merupakan konsep yang berbeda. Filsafat dapat diartikan sebagai way of life manusia sepanjang kehidupannya di dunia. cita-cita manusia selalu berkaitan dengan falsafah hidupnya. Jadi, filsafat bermakna sikap yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara kontemplatif dan menyeluruh.
Kata filsafat berasal dari bahasa inggris dan bahasa yunani. Dalam bahasa Inggris, yaitu pshilosophy, sedangkan Yunani philein atau philos dan sofein  atau sophi. Ada pula yang mengatakan bahwa filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah yang artinya al-hikmah. philos artinya cinta, sedangkan sophia artinya kebijaksanaan. dengan demikian filsafat diartikan "cinta kebijaksanaan tau al-hikmah." orang yang mencintai atau mencari kebijaksanaan atau kebenaran disebut filsuf. filsuf selalu belajar dan mencari kebenaran atau kebijaksanaan tanpa mengenai batas. Mencari kebenaran dengan pendekatan filosofis yang radikal dan kontemplatif, yaitu mencari kebenaran hingga ke akar-akarnya yang dilakukan secara mendalam.

Beberapa definisi filsafat dapat dikemukakan sebagai berikut.
  1. Filsafat adalah proses pencarian kebenaran dengan cara menelusuri hakikat dan sumber kebenaran secara sistematis, logis, kritis, rasional, dan spekulatif. Alat yang digunakan untuk mencari kebenaran adalah akal yang merupakan sumber utama dalam berpikir. dengan demikian, kebenaran filosofis adalah kebenaran berpikir yang rasional, logis, sistematis, kritis, radikal dan universal.
  2. Filsafat adalah pengembaraan alam pikir manusia yang tidak mengenal kenyang dengan ilmu pengetahuan dan kebenaran yang hakiki.
  3. Filsafat adalah pengetahuan tentang cara berpikir terhadap segala sesuatu atau sarwa sekalian alam. artinya, materi pembicaraan filsafat adalah segala hal yang menyangkut keseluruhan yang bersifat universal. dengan demikian, pencarian kebenaran filosofis tidak pernah berujung dengan kepuasan dan tidak mengenal pemutlakan kebenaran. bahkan, untuk suatu yang "sudah" dianggap benar pun, kebenarannya masih diragukan. dikatakan tidak mengenal kata puas karena kebenaran akan mengikuti situasi dan kondisi dan alam pikiran manusia yang haus dengan pengetahuan.
B. PENGERTIAN PENDIDIKAN
W.J.S Poerwadarminta, menjelaskan arti pendidikan sebagai berikut :
  1. Pendidikan dari segi bahasa berasal dari kata dasar didik, dan di beri awalan men, menjadi mendidik, yaitu kata kerja yang artinya memelihara dan memberi latihan (ajaran). pendidikan sebagai kata benda, yang berarti proses perubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan. pendidikan, yaitu pendewasaan diri melalui pengajaran dan latihan.
  2. Rechey dalam bukunya, planning for teaching, an introduction, menjelaskan pengertian pendidikan, "the term 'education' refers to the broad function of preserving and improving the life of the group through bringing new members into its shared concern. Education is thus a far broader process than that which occurs in schools. it is an essencial social activity by which communities continue to exist. in complex communities this function is specialized and institutionalized in formal education, but there is always the education outside the school with which the formal process in related." Istilah pendidikan berkenaan dengan fungsi yang luas dari pemeliharaan dan perbaikan kehidupan suatu masyarakat baru (generasi muda) pada pengenalan terhadap kewajiban dan tanggung jawabnya di tengah masyarakat. jadi, proses pendidikan jauh lebih luas daripada proses yang berlangsung di sekolah. pendidikan adalah suatu aktivitas sosial penting yang berfungsi mentransformasikan keadaan suatu masyarakat menuju keadaan yang lebih baik. keterkaitan pendidikan dengan keadaan sosial sangat erat sehingga pendidikan mungkin mengalami proses spesialisasi dan instutisionalisasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang kompleks dan modern. meskipun demikian, proses pendidikan secara menyeluruh tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan informal yang berlangsung di luar sekolah.
C. PENGERTIAN FILSAFAT PENDIDIKAN
ada beberapa pengertian filsafat pendidikan, diantaranya adalah :
  1. Filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang menyelidiki substansi pelaksanaan pendidikan yang berkaitan dengan tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat ilmu pendidikan yang berhubungan dengan analisis kritis terhadap struktur kegunaannya.
  2. Filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang memikirkan hakikat pendidikan secara komprehensif dan kontemplatif tentang sumber, seluk beluk pendidikan, fungsi, dan tujuan pendidikan.
  3. Filsafat pendidikan adalah pengetahuan yang mengkaji proses pendidikan dan teori-teori pendidikan.
  4. Filsafat pendidikan mengkaji hakikat guru dan anak didik dalam proses pembelajaran di kelas dan di luar kelas.
  5. Filsafat pendidikan mengkaji berbagai teori kependidikan, metode, dan pendekatan dalam pendidikan.
  6. Filsafat pendidikan mengkaji strategi pembelajaran alternatif.
  7. Filsafat pendidikan mengkaji hakikat tentang kurikulum pendidikan.
  8. Filsafat pendidikan mengkaji hakikat evaluasi pendidikan dan evaluasi pembelajaran.
  9. Filsafat pendidikan mengkaji hakikat alat-alat dan mendia pendidikan.
Sumber :
Drs. Anas Salahudin, M.Pd. Filsafat Pendidikan. Bandung. Pustaka Setia. 2011